Berkumpul dengan keluarga di rumah pasti lebih menyenangkan dengan main board game berikut ini!
Apakah Moms pernah mendengar istilah board game? Kini board game atau papan permainan adalah hal yang semakin digemari dan popularitasnya belakangan ini semakin naik daun.
Jika Moms masih belum familiar, permainan seperti ular tangga atau monopoli adalah contoh sederhana dari board game.
Moms pasti ingat betapa menyenangkannya bermain board game sewaktu kecil. Board game adalah hal yang baik untuk melatih kecerdasan anak, membantu mengasah strategi, dan membantu mengambil keputusan.
Saat bermain papan permainan ini, tidak jarang orang akan lupa waktu karena begitu mengasyikkannya permainan ini.
Namun, tahukah Moms bahwa board game kini tak hanya ular tangga dan monopoli saja?
Kini sudah ada banyak sekali jenis papan permainan yang bahkan juga bisa dimainkan oleh orang dewasa. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa rekomendasi boar game yang seru, edukatif, dan pastinya bikin Moms dan keluarga semakin akrab.
Rekomendasi Board Game Terbaru dan Terbaik
Tak bisa dimungkiri bahwa kini bisnis board games berkembang pesat, dan semakin banyak permainan baru yang luar biasa terus dirilis.
Produsen board game terus memaksamu untuk keluar dari zona nyaman dan berupaya sedemikian rupa untuk tidak mudah bosan dengan mengeluarkan pilihan board gameterbaru.
Lantas, apa saja rekomendasi board game yang bisa dimainkan bersama keluarga? Berikut ini beberapa jenisnya!
1. Werewolf: One Night Ultimate Werewolf

Foto: pinterest.com
One Night Ultimate Werewolf atau yang cukup populer dengan sebutan permainan Werewolf adalah permainan papan yang sudah cukup populer di Indonesia sejak beberapa tahun belakangan.
Permainan ini adalah jenis permainan role play yang mana setiap pemain yang berjumlah antara 3 hingga 11 orang akan mendapatkan peran yang harus dirahasiakan dari para pemain lain.
Dalam permainan ini, tujuan utamanya adalah menemukan Werewolf atau serigala yang ada di antara mereka.
Jika Moms dan keluarga memainkannya bersama, maka ini akan menjadi sangat menyenangkan. Ini karena para pemain dengan perannya masing-masing akan saling tuduh untuk menemukan sang serigala yang menyamar.
Werewolf juga merupakan salah satu game strategi yang paling diminati dan cocok untuk dimainkan bersama-sama dengan keluarga di waktu luang atau saat akhir pekan.
2. Pandemic

Foto: livescience.com
Tidak, permainan board game ini tidak bermaksud untuk membuat situasi pandemi seperti yang dihadapi sekarang menjadi semakin menyeramkan.
Malah permainan ini adalah permainan strategi yang bisa menjadi bahan pembelajaran kepada keluarga tentang bagaimana cara paling tepat menghentikan pandemi.
Secara umum, Pandemic adalah permainan yang mencoba menghentikan wabah penyakit di seluruh dunia dengan bekerja sama dengan orang lain.
Jika Moms bermain, Moms perlu menggunakan tindakan yang sesuai untuk berpindah-pindah lokasi sambil mengobati penyakit, membangun stasiun penelitian, dan menemukan obat yang akan memenangkan permainan.
Namun, dengan hanya empat tindakan per giliran, Moms tidak mungkin bisa melakukannya sendiri, dan setelah giliran setiap pemain, maka akan lebih banyak penyakit muncul di papan.
Jika terlalu banyak yang muncul di satu kota, wabah akan menyebar ke mana-mana dan Moms hanya dapat menerima begitu banyak wabah sebelum kalah.
Ini adalah permainan strategi yang mana mewajibkan Moms dan anggota keluarga bekerja sama untuk membuat rencana ke depan, menentukan letak bahayanya sekarang, dan menganalisis apa yang rentan di masa yang akan datang.
Baca Juga: Cara Bermain Game Among Us yang Ramai di Era Pandemi
3. Villainous

Foto: theboardgamefamily.com
Rekomendasi board game selanjutnya adalah Villainous. Jika biasanya dalam film Disney sang karakter utama akan diceritakan mengalahkan sang penjahat (villain), namun dalam board game ini Moms justru ditugaskan sebaliknya.
Pada permainan ini, Moms akan diberikan peran menjadi salah satu tokoh villain, lalu tugasnya adalah mengalahkan para tokoh-tokoh terkenal Disney seperti Aladdin Peter Pan, dan juga Sleeping Beauty.
Untuk mengalahkan beberapa tokoh Disney ini, Moms harus mengambil kartu takdir yang sudah disediakan. Setelah itu, Moms dapat merusak rencana villain lain ataupun tokoh baik yang telah Moms incar.
Dalam permainan ini, Moms bisa bermain bersama 2 hingga 6 orang lain, dan telah dilengkapi dengan paket kartu takdir dan juga berbagai penggerak tokoh-tokoh yang ada pada permainan tersebut.
Permainan ini bisa dimainkan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Karena sangat mengasyikan dan penuh intrik, permainan papan yang satu ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu cara mengisi waktu luang selama di rumah saja.
Untuk permainan papan kecil dan ringan yang berisi cukup strategi untuk dimainkan berulang kali, sementara juga tidak mengintimidasi pemain baru, Splendor adalah pilihan yang ideal.
4. Splendor

Foto: t3.com
Ini adalah rekomendasi board game yang cukup menarik.
Secara singkat, ini adalah permainan membeli kartu dengan membayar biaya permata dengan warna berbeda, dan setiap kartu yang Moms beli akan memberi lebih banyak permata yang dapat digunakan untuk membeli kartu dengan lebih mudah.
Dalam beberapa kartu ada nilai poin (biasanya hanya yang lebih mahal), dan ketika seseorang mencapai 15 poin, permainan berakhir pada putaran itu, meskipun pemain lain memiliki kesempatan untuk membeli satu kartu terakhir yang dapat menjaring lebih banyak poin.
Permainan santai yang sangat ideal jika Moms senang bermain sambil mengobrol.
5. Jaws: The Board Game

Foto: gamesradar.com
Ini adalah salah satu jenis board game yang tergolong masih baru. Ia dirilis pada tahun 2019 oleh Ravensburger dan permainan ini diadaptasi dari film klasik bertema hiu, Jaws.
Pada permainan ini, hanya ada 2 hingga 4 pemain yang akan berperan menjadi sekelompok orang yang terdampar di sebuah pulau misterius bernama Amity Island.
Di pulau ini, manusia harus bertahan dari serangan hiu raksasa yang siap memangsa mereka.
Dalam board game ini, peraturannya cukup sederhana. Tiga pemain akan berperan sebagai manusia yang bernama Brody, Hooper, dan Quint, sementara 1 pemain lainnya akan berperan menjadi sang hiu.
Tujuan utama dari game ini adalah menghindari serangan hiu.
Bila manusia berhasil meloloskan diri dari serangan hiu, maka tim manusia dinyatakan menang. Sementara jika hiu putih berhasil menyerang kapal Orca yang merupakan tempat berlindung manusia, maka manusia dianggap kalah.
6. Ticket to Ride

Foto: scotscoop.com
Rekomendasi board game terakhir adalah Ticket to Ride.
Ini adalah rangkaian permainan yang mewajibkan Moms mengumpulkan kartu berwarna. Kartu ini akan digunakan untuk menghubungkan lokasi berbeda di papan, dan mendapatkan poin untuk melakukannya.
Permainan ini cukup sederhana dan ada versi game yang lebih besar yang harganya lebih mahal dan dimainkan dalam waktu yang juga lebih lama.
Namun, versi miniatur akan memberikan Moms semua taktik game yang lengkap, tetapi dalam sensasi yang tetap menyenangkan.
Itulah beberapa rekomendasi board game yang akan membuat acara berkumpul jauh lebih seru. Selamat mencoba ya Moms!
ION Game Design, publisher of board games such as Pax Transhumanity and High Frontier, has launched a crowdfunding campaign on Gamefound for Sammu-ramat an upcoming cooperative game for 1 – 5 players. Designed by Besime Uyanik and featuring illustrations by Madeleine Fjäll, Sammu-ramat tells the tale of the titular empress who ruled the Assyrian Empire between 811 BC – 808 BC as described by the publisher:
“Sammu-ramat is a cooperative game set in the Near East 800 BC. She was a wonder of a woman, ruling a large empire in turmoil, navigating it into a period of prosperity. But a great leader needs great Advisors. As Sammu-ramats Advisors, your mission in each game you play is to assist her through one of the many challenges that she encountered during her reign. This challenge is presented to you as a scenario, found on an Empire card that you draw during setup. Apart from completing the scenario, players need to make sure that the Empire is stable and that Queen Sammu-ramat is safe.
Are you ready to start your adventure in the Assyrian Empire, almost 3000 years ago?
Vision: The designer Besime Uyanik’s vision is to spread the knowledge of Sammu-ramat, nuance the image of the Assyrian Empire and highlight a strong female leader. Sammu-ramat continues Ion Game Design’s strong line of history-focused thematic games, giving life to the story with game mechanics and illustrations.”
Komunitas Wargamer sedang bermain board game Here I Stand. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA News) – Selain monopoli dan ular tangga, ada banyak jenis board game dengan beragam tingkat kesulitan dan jumlah pemain.
Dani Brodi Wejayana adalah salah satu pecinta board game. Sekitar 100 koleksi board game yang dia miliki memenuhi satu lemari khusus di rumahnya.
Ia mulai mengenal permainan itu saat bermukim di Jerman, dimana board gameadalah permainan yang lazim.
“Waktu itu winter (musim dingin), karena nggak bisa kemana-mana, diajak main board game. Dari situ saya mulai suka,” kata pria yang mulai menggemari board game tahun 2007.
Koleksi board game milik Brodi didominasi oleh wargame, permainan strategi pertempuran militer dengan latar belakang beragam, mulai dari sejarah, fiksi ilmiah, sampai fantasi.
Salah satunya Here I Stand, yang dimainkan Brodi bersama lima temannya dari Komunitas Wargame.
Enam orang itu duduk mengelilingi meja berisi papan permainan Here I Standberlatar Perang Reformasi 1517-1555. Masing-masing berperan sebagai pihak Ottoman, Hapsburg, Inggris, Prancis, Papacy, dan Protestan.
Mereka punya tujuan berbeda dan harus memutar otak untuk mengatur strategi terbaik demi meraih tujuannya masing-masing. Bila tujuan itu tercapai maka pemain dinyatakan menang.
Sementara itu, di lantai dua rumah Brodi, ada dua wargamer lain yang memainkan BattleLore, yang tidak sesulit Here I Stand. Dalam waktu tiga puluh menit, pertempuran antara Inggris dan Prancis itu pun berakhir.
Wargame biasanya memiliki banyak skenario sehingga memungkinkan para pemain mencoba banyak variasi permainan.
Dalam skenario awal BattleLore misalnya, tiap pemain hanya saling bertarung dengan tentara. Namun pada skenario berikutnya pemain dapat memasukkan unsur-unsur baru seperti goblin, monster laba-laba, hingga penyihir yang menambah serunya permainan.
Here I Stand dan BattleLore hanya sebagian judul dari agenda permainan Komunitas Wargamer di kediaman Brodi.
Para wargamer dari Jakarta, Bandung, dan Yogjakarta berkumpul untuk memainkan beragam board game dalam acara yang sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu itu.
Sesi bermain rutin dengan wargamer yang berada dalam satu kota biasanya berlangsung mingguan. Namun, untuk bertemu dengan wargamer dari kota yang berbeda, butuh perencanaan yang matang.
Apalagi sebagian wargamer sudah memiliki komitmen lain karena sudah berkeluarga.
Sesi kumpul di Jakarta yang berlangsung pada 9-12 Mei 2013 adalah ajang kedua kalinya bagi wargamer dari beberapa kota setelah tahun lalu diselenggarakan di Yogjakarta.
Kurang populer
Bagi Brodi, board game adalah permainan dengan banyak manfaat yang bisa dilakukan pada waktu luang. Dia menyayangkan permainan itu kurang populer di Indonesia.
“Kalau di Jerman, board game pasti laku. Kalau di Indonesia, siapa yang beli? Orang Indonesia nggak terlalu suka mikir, sukanya ke mal. Saya ingin mengubah mindset orang-orang Indonesia,” tuturnya.
Kurang populernya board game di Tanah Air membuat para penjual board gamegulung tikar, tambah wargamer Agung Waspodo.
Itu membuat mereka langsung memesan board game dari luar negeri, seperti Amerika. Untuk menghemat ongkos kirim, para board gamer menyatukan pesanan mereka dalam satu pengiriman.
Alternatif
Bermain board game juga menimbulkan ketagihan, sama seperti jenis permainan di media lain.
Namun sebagai seorang ayah, Agung menganggap board game memiliki manfaat lebih daripada video game.
“Kalau video game, anak bermain dengan mesin sehingga skill sosialnya tidak berkembang. Pada board game, emosi anak dilatih. Karena pasti ada yang menang dan kalah, mereka harus berlatih menerima kekalahan,” tutur pria yang empat anaknya juga menaruh minat pada board game.
“Selain itu, board game melatih mereka mengambil keputusan dan menerima konsekuensinya,” tambah Agung, yang sedang mengerjakan proyek board gamebertema sejarah buatan sendiri.
Board game tidak hanya bermanfaat sebagai hiburan, tapi juga menambah ilmu.
Tema sejarah yang diusung sebagian board game juga merupakan santapan lezat bagi para pecinta sejarah seperti Agung.
Board game kerap menjadi sarana mengenalkan sejarah bagi para guru di luar negeri, katanya.
Sementara Aswin Agastya berpendapat, board game memiliki variasi lebih banyak untuk permainan yang melibatkan banyak orang. Hal itu tidak banyak ditemuinya dalam game online.
“Di game online, hanya sedikit game bagus yang bisa dimainkan multiplayer,” jelasnya.
Aswin juga mengatakan, sensasi bermain melawan komputer (mesin) berbeda dengan menghadapi lawan yang sama-sama memeras otak.
“Di komputer, musuh itu dibuat sebagai penghalang saja, kita dikondisikan menang,” katanya.
Dalam board game, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Setiap pemain harus punya sportivitas untuk menerima hasil akhir. Yang paling penting, jangan pernah merasa takut kalah.
“Biasakan untuk menerima kekalahan, kalau kalah ya jangan masukin ke hati,” ujarnya.
Interaksi langsung bersama pemain lain juga merupakan hal yang penting bagi Aswin.
“Kalau main di komputer, nggak bisa nyela, kalau board game, lawannya di depan mata, kita bisa nyela langsung,” canda dia.
Oleh N011
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2013
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengklaim bahwa pemerintah telah menyiapkan insfrasruktur untuk mendukung perkembangan Electronic Sports (esports) di daerah-daerah Indonesia.
“Kami telah menyiapkan infrastruktur. Karena yang memainkan game banyak melalui internet. Jadi, yang dikembangkan tidak hanya 4G, tapi broadband yang ada di daerah-daerah,” ujar Menkominfo Rudiantara usai membuka acara Gamers Land Party (GLP) 2019 di JX International Surabaya, Sabtu (24/8/2019).
Ia menyampaikan pemerintah melihat bahwa banyak peluang yang bisa didapat dari esports, seperti menjadi atlet di ajang SEA Games maupun Asian Games.
Peluang kedua yang menjanjikan dari esports, kata dia, adalah bisa dijadikan sebagai profesi, sebab saat ini bukan lagi jadi pekerjaan sambilan, tapi profesi yang penghasilannya bahkan melebihi menteri.
“Ketiga, nanti kita tidak boleh diam hanya menggunakan game luar negeri. Gameloft yang dari Prancis yang mengembangkan adalah anak-anak di Yogyakarta. Artinya, kita mempunyai kemampuan,” ucapnya.
Dia berharap, pada tahun 2020 game yang ada sudah mempunyai karakter tokoh dari Indonesia seperti Gatotkaca.
Dia percaya pengembangan esports akan berdampak pada perkembangan ekonomi di Indonesia, sebab dalam satu acara bisa menghasilkan uang hingga miliaran rupiah.
“Tahun ini secara keseluruhan (dari esports) sudah mencapai 1 miliar dolar AS atau Rp 14 triliun tambahan ekonomi,” pungkas dia. [Antara]
Di antara kalian mungkin ada yang sudah bermain banyak game hingga ratusan judul. Mulai dari yang konvensional seperti board/card game, hingga yang digital misalnya video game atau board/card game yang dikombinasikan dengan aplikasi.
Sekian lama telah bermain game, mungkin ada yang terpikirkan untuk membuat game. Selain video game, membuat board game rupanya juga bisa jadi pilihan menarik. Pasalnya membuat board game hanya memerlukan skill desain game dan sedikit kemampuan menggambar.
Mulai Dari Mana Nih?
Sebelum membuat board game, ada baiknya kita mengenal dulu apa saja genre dalam board game. Tidak seperti video game, board game memiliki genre yang unik. Apa sajakah itu?
Classic Board Game
Classic board game biasa dimainkan oleh para keluarga, dan memiliki gameplayyang simpel. Biasanya game ini memiliki unsur keberuntungan yang besar, sehingga para pemain tak perlu berpikir keras untuk menang. Pengalaman ketika bermain bersama pun lebih menarik dibandingkan permainannya itu sendiri. Salah satu contoh board game yang memiliki genre ini adalah Monopoly.
Euro-Styles Games
Euro-Styles biasanya memiliki tujuan mengumpulkan victory point (VP) untuk menang. Board game dengan genre ini memiliki tema yang kuat. Sebagian besar game ini menuntut kita mengatur sumber daya dalam permainan. Setiap pemain diberikan sumber daya yang terbatas, dan harus bisa mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk menjadi pemenang.
/pic860217.jpg?resize=497%2C477&ssl=1)
Deck-Building Games
Game ini memiliki konsep permainan yang mirip dengan Trading Card Games (TCG). Perbedaannya para pemain memiliki jenis deck yang sama. Biasanya genre ini memiliki 15-20 tipe deck kartu, tapi hanya 10 yang bisa dimainkan. Contoh board game yang memiliki genre ini adalah Ascension (2010).
/pic2382123.jpg?resize=505%2C315&ssl=1)
Abstract Strategy Games
Contoh permainan terkenal yang memiliki genre ini adalah catur. Biasanya game jenis ini menuntut para pemain untuk merancang strategi yang kompleks, dengan menempatkan bidak-bidak di tempat yang tepat. Sehingga salah satu pemain bisa memenangkan permainan. Selain catur, Azul (2017) dan Photosynthesis (2017) juga merupakan contoh lain Abstract Strategy Games.
/pic3813695.jpg?resize=544%2C371&ssl=1)
Strategy Games

Strategy games adalah genre yang memiliki fitur yang lebih kaya dan diadaptasi dari Euro-Style games. Biasanya genre ini memiliki kekuatan narasi yang tinggi, dimana hal tersebut akan menuntun arah permainan. Game ini biasanya membutuhkan kerjasama yang tinggi diantara para kelompok pemain.
Berbeda dengan Classic Board Game, Strategy Games mungkin akan cukup menantang karena mengharuskan pemain berpikir lebih serius. Seperti memikirkan bagaimana caranya menjadi yang memimpin permainan, membentuk sebuah pasukan, hingga membaca gerakan atau motif pemain lainnya yang menjadi musuh. Contoh board game yang memiliki genre ini adalah Terraforming Mars (2016).
Card-Based Strategy Games
Sama seperti Strategy Games, namun menggunakan kartu sebagai elemen utama dalam game. Seperti Classic Game, game ini pun biasanya memiliki unsur keberuntungan yang tinggi. Genre ini juga memiliki tema dengan kekuatan narasi yang kuat.
Misi dalam genre ini biasanya mengumpulkan victory points, mengumpulkan jenis kartu tertentu, atau mengalahkan pemain lawan untuk menang. Contoh board game yang memiliki genre ini adalah Munchkin (2001).
Genre Board Game Tidak Hanya Itu Saja, Lho!
Nah, untuk kamu yang ingin berdiskusi lebih dalam tentang jenis board game, yuk datang ke acara Bedah Board Game di akhir minggu ini yang kebetulan akan mengupas tuntas Carcassonne, salah satu Euro-Styles Game populer. Lihat selengkapnya di sini:https://boardgame.id/gali-ilmu-bedah-board-game-prototype-day/
Kamu juga sudah punya purwarupa untuk segera diuji coba? Bisa juga ikut acara Prototype Day yang ada di hari yang sama. Nantinya kamu bisa bertemu dengan para playtester yang siap memberi masukan untuk game buatanmu. Lihat selengkapnya di sini: https://boardgame.id/ujicobakan-rancangan-prototype-day-1/
*artikel ini telah rilis sebelumnya dengan judul “Yuk Belajar Membuat Board Game: Mengenal Genre Board Game” ditulis oleh Rizal Ziz tanggal 21 September 2015.

